Ikuti Kami
Berita 22 Oktober 2026 4 menit baca

Dukung Gerakan Eco-Pesantren Kemenag RI, Kemenag Enrekang Gelar Penanaman Pohon pada Hari Santri 2026 di PPM Rahmatul Asri

Bagikan
Dukung Gerakan Eco-Pesantren Kemenag RI, Kemenag Enrekang Gelar Penanaman Pohon pada Hari Santri 2026 di PPM Rahmatul Asri
22 Oktober 2026
4 menit baca
ENREKANG – Kementerian Agama Kabupaten Enrekang menggelar kegiatan penanaman pohon di Pondok Pesantren Modern (PPM) Rahmatul Asri pada Kamis (22/10/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 sekaligus bentuk dukungan terhadap gerakan Eco-Pesantren berbasis ekoteologi yang diusung Kementerian Agama Republik Indonesia.

Gerakan ini mendorong pesantren di seluruh Indonesia untuk tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama dan kajian kitab kuning, tetapi juga menjadi pusat pembentukan karakter yang memiliki kepedulian terhadap krisis iklim dan kelestarian lingkungan.

Melalui kegiatan penanaman pohon, Kemenag Enrekang mengajak seluruh elemen pesantren untuk menerjemahkan nilai-nilai ekoteologi ke dalam aksi nyata. Merawat bumi dan menjaga lingkungan hidup merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pengabdian serta rasa syukur seorang muslim kepada Allah SWT.

Pejabat dan Unsur Pemerintah Lakukan Penanaman Pohon Simbolis

Kegiatan penanaman pohon secara simbolis dilakukan oleh perwakilan Bupati Enrekang, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Enrekang, Kapolres Enrekang, Dandim, Ketua Pengadilan Agama, Kepala Kejaksaan, serta Camat.

Keterlibatan para pejabat dan perwakilan instansi tersebut menjadi wujud dukungan bersama terhadap gerakan penghijauan sekaligus memperkuat pesan bahwa pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

Direktur PPM Rahmatul Asri, Dr. A. Ikbal Malik, S.S., M.Pd.I., mengungkapkan bahwa kegiatan ini menekankan pentingnya menjadikan nilai-nilai Islam sebagai inspirasi dalam membangun kepedulian terhadap lingkungan.

Menurutnya, penanaman pohon dalam rangkaian Hari Santri menjadi momentum untuk mengajak santri memahami bahwa ajaran Islam memiliki keterkaitan erat dengan tanggung jawab manusia dalam menjaga alam. Nilai-nilai keagamaan diharapkan tidak hanya dipahami melalui pembelajaran, tetapi juga diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Kemenag Enrekang dan PMII Salurkan Bantuan Bibit Pohon

Dukungan terhadap kegiatan penghijauan ini diwujudkan melalui bantuan bibit pohon dari Kementerian Agama Kabupaten Enrekang dan Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Enrekang.

Kemenag Enrekang memberikan sekitar 20 bibit pohon, sedangkan Pengurus Cabang PMII Kabupaten Enrekang turut menyumbangkan sekitar 10 bibit pohon untuk mendukung gerakan penghijauan di lingkungan PPM Rahmatul Asri.

Bantuan tersebut menjadi bentuk partisipasi nyata dalam menyukseskan gerakan Eco-Pesantren. Kolaborasi antara instansi pemerintah, organisasi kemahasiswaan, dan lembaga pendidikan diharapkan dapat memperluas kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

Penanaman pohon juga menjadi langkah awal untuk menumbuhkan budaya peduli lingkungan di kalangan santri. Pohon-pohon yang ditanam diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang, baik dalam menjaga kualitas lingkungan maupun menciptakan kawasan pesantren yang lebih hijau dan asri.

Eco-Pesantren, Implementasi Ekoteologi di Lingkungan Pesantren

Gerakan Eco-Pesantren berbasis ekoteologi menempatkan pesantren sebagai salah satu ruang strategis untuk membangun kesadaran lingkungan melalui pendekatan nilai-nilai keagamaan.

Ekoteologi mengajarkan bahwa hubungan manusia dengan Sang Pencipta tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab manusia terhadap sesama dan alam. Dalam perspektif Islam, bumi merupakan amanah yang harus dijaga, bukan dieksploitasi tanpa mempertimbangkan kelestariannya.

Melalui gerakan ini, pesantren didorong untuk mengintegrasikan kepedulian lingkungan ke dalam pendidikan karakter santri. Upaya tersebut dapat diwujudkan melalui penghijauan, pemeliharaan kebersihan, pengelolaan sampah, penghematan air, serta berbagai kebiasaan ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

Pelaksanaan penanaman pohon di PPM Rahmatul Asri menjadi salah satu bentuk aksi nyata dalam mendukung semangat tersebut. Santri diharapkan tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya menguasai ilmu agama dan pengetahuan umum, tetapi juga memiliki kesadaran ekologis serta mampu berkontribusi dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.

Hari Santri sebagai Momentum Menjaga Bumi

Peringatan Hari Santri Nasional 2026 menjadi momentum untuk memperluas makna pengabdian santri kepada agama, bangsa, dan negara. Pengabdian tidak hanya diwujudkan melalui penguatan ilmu pengetahuan dan pembentukan akhlak, tetapi juga melalui kepedulian sosial dan tanggung jawab menjaga kelestarian alam.

Kegiatan penanaman pohon yang dilaksanakan Kemenag Enrekang di PPM Rahmatul Asri menunjukkan bahwa peringatan Hari Santri dapat diisi dengan kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi lingkungan. Dukungan berbagai unsur pemerintah dan organisasi kemahasiswaan juga menegaskan pentingnya kerja sama dalam membangun budaya peduli lingkungan.

Melalui gerakan Eco-Pesantren, Kementerian Agama mendorong tumbuhnya kesadaran bahwa merawat bumi merupakan bagian dari pengamalan nilai-nilai keislaman. Pesantren diharapkan mampu menjadi teladan dalam membangun kehidupan yang selaras dengan alam sekaligus membentuk generasi yang bertanggung jawab terhadap masa depan lingkungan.

Sejalan dengan semangat “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar membangun generasi santri yang berilmu, berakhlak, berprestasi, dan peduli terhadap keberlanjutan lingkungan.

Dengan demikian, gerakan penanaman pohon bukan sekadar kegiatan seremonial Hari Santri, melainkan pengingat bahwa menjaga bumi merupakan tanggung jawab bersama dan bagian dari amanah Allah SWT yang harus diteruskan kepada generasi mendatang.