Pendahuluan
Bait Ke-1: Basmalah
Makna basmalah dan nama-nama Allah Ta‘ala
وبالرحيم دائم الإحسان
Terjemahan: Aku memulai dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, dan dengan nama Allah Yang Maha Penyayang, yang senantiasa melimpahkan kebaikan.
(أبدأ) Maka setiap perkara yang baik haruslah permulaannya dengan menyebut nama Allah Ta‘ala, sebagai bentuk mengikuti pembukaan Kitab Al-Qur'an yang mulia dan meneladani Rasulullah ﷺ; karena beliau dahulu memulai surat-surat dan kitab-kitabnya kepada para raja dan para pemimpin dengan basmalah.
(ب) Huruf ba bermakna menyertai atau memohon pertolongan, dengan maksud mencari keberkahan.
(اسم) Diambil dari as-sumuww (ketinggian), yaitu sesuatu yang menunjukkan kepada sesuatu yang dinamai.
(الله) Merupakan nama bagi Zat Yang Mahatinggi, yang wajib ada dan berhak disembah, yang memiliki setiap kesempurnaan yang sesuai dengan Zat-Nya Yang Mahatinggi. Kesempurnaan-Nya tidak berakhir. Menurut mayoritas ulama, nama tersebut merupakan nama Allah yang paling agung.
(والرحمن) Yang memberikan berbagai nikmat yang besar, dan yang dimaksud adalah pokok-pokoknya, seperti keimanan, kesehatan, rezeki, akal, pendengaran, dan lain sebagainya.
(وبالرحيم) Yang memberikan berbagai nikmat yang lebih terperinci, dan yang dimaksud adalah cabang-cabangnya. Di antaranya: bertambahnya keimanan, melimpahnya kesehatan, luasnya rezeki, sempurnanya akal, kesatuan pendengaran dan penglihatan, dan lain sebagainya. (1)
(دائم الإحسان) Yang banyak memberikan kebaikan (nikmat) tanpa terputus.
Basmalah disebut sebagai permulaan yang hakiki, sedangkan hamdalah disebut sebagai permulaan tambahan.
Sumber Referensi:
- Kitab: Fath al-Allam: Syarh Manzhumat Aqidat al-Awam
- Penulis: Dr. Hisyam al-Kamil Hamid Musa
- Penerbit: Dar al-Bashirah
#syarah #aqidatulawwam #bait1 #mtsrahmatulasri